Sejarah Awal Mataram

Kerajaan Mataram berdiri sekitar abad 15 dengan dipimpin Panembahan Senopati sebagai raja pertama. Mataram mencapai puncak kejayaan saat dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Setelah Sultan Agung wafat, Mataram dipimpin oleh Sunan Amangkurat I. Di masa kepemimpinan Sunan Amangkurat I inilah Mataram mulai mengalami kemunduran.

Beberapa wilayah yang dikuasai kerajaan Mataram mulai memberontak ingin melepaskan diri. Pangeran Trunojoyo asal Madura mulai mendirikan kraton di Kediri, sedangkan Untung Suropati mendirikan kraton di Pasuruan.

Perjanjian Giyanti : Perjanjian Yang Memecah Belah Solo – Jogja

Saat Mataram dipimpin oleh Sunan Pakubuwono II, terjadi pemberontakan oleh etnis Tionghoa yang dipimpin Mas Garendi atau bergelar Sunan Kuning. Pemberontakan ini dikenal dengan nama Geger Pacina.

Pemberontakan terus terjadi hingga kepemimpinan Pakubuwono III. Untuk menyelesaikannya, Pakubuwono meminta bantuan VOC.

VOC dengan licik meminta wilayah Mataram dibagi 2 dengan sungai Opak menjadi batasnya. Wilayah timur sungai Opak menjadi wilayah kekuasaan Solo, sedangkan yang di sebelah barat menjadi wilayah kekuasaan Jogja. Pangeran Mangkubumi, salah satu pimpinan pemberontak, diangkat menjadi Sultan Jogja dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Ngalaga Sayidin Panatagama Khalifatullah.

Perjanjian inilah yang dikenal dengan sebutan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755. PSS vs Persis : Aroma Dendam Peninggalan VOC

Setelah Perjanjian Giyanti, Raden Mas Said atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa,merasa dikhianati oleh Pangeran Mangkubumi karena tidak mau melanjutkan pemberontakan.

Pangeran Sambernyawa sendiri akhirnya mendirikan kraton Mangkunegara melalui Perjanjian Salatiga.

Aroma dendam karena merasa dikhianati oleh Pangeran Mangkubumi inilah yang ternyata masih terbawa sampai sekarang, dan kali ini PSS melawan Persis yang akan menjadi lakonnya.

Persis boleh jumawa karena saat ini dengan materi pemain semenjana mereka berdiri mengangkangi PSS. Persis ada di posisi 2, sedangkan PSS dengan materi pemain yang mengkilap ada di posisi 4. Bukan cuma itu, Persis bahkan tim pertama yang mampu mengalahkan Persekap Pasuruan.

PSS vs Persis 9 Juni 2013 minggu depan akan menjawab pertanyaan : apakah Pangeran Sambernyawa mampu membalaskan sakit hatinya pada Pangeran Mangkubumi dengan mengalahkan PSS di kandangnya sendiri?

Apapun itu, VOC yang telah memecah belah kerajaan Mataram tetap akan bersorak karena kedatangan timnas Belanda ke Indonesia justru dielu-elukan bangsa ini.

Salam.

source : kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

About NewsPSS

Memberikan informasi tentang PSS